Apa yang dimaksud dengan Segregated Witness (SegWit) dalam Bitcoin?
Home > Apa yang dimaksud dengan Segregated Witness (SegWit) dalam Bitcoin?
AAG Marketing
Jan 30, 2023 7 mins read

Apa yang dimaksud dengan Segregated Witness (SegWit) dalam Bitcoin?

Sebagai cryptocurrency terbesar di atas planet ini dalam hal nilai pasar, popularitas Bitcoin sudah meningkat secara luar biasa sejak debut pertamanya di tahun 2009. Sebagai hasilnya, blockchainnya sudah membutuhkan beberapa perbaikan untuk memastikan blockchainnya bisa mengatasi permintaan yang semakin banyak dari pengguna Bitcoin yang ingin berjualan dan berinvestasi di BTC.

Salah satu perbaikan terbesar yang dibuat pada jaringan Bitcoin adalah implementasi dari Saksi Terpisah (SegWit), sebuah protokol transaksi yang sangat meningkatkan kecepatan dan keamanan. Pada panduan AAG kali ini, kita akan melihat secara mendalam tentang SegWit, termasuk tujuan, keuntungan dan perlunya untuk memastikan Bitcoin bisa berjalan tanpa cela.

Apa itu Saksi Terpisah (SegWit)?

Saksti Terpisah, yang lebih dikenal dengan nama “SegWit”, adalah formasi transaksi Bitcoin yang dikeluarkan untuk mengatasi beberapa masalah yang timbul dengan sistem transaksi Bitcoin awal. Sistem ini diimplementasikan sebagai “soft fork” dalam jaringan Bitcoin, yang merupakan sebuah perubahan atau perbaikan pada blockchain yang sudah ada, dibandingkan dengan jaringan yang baru.

SegWit mempunyai formasi alamat dompet tersendiri, yang membutuhkan aplikasi dompet yang mendukung protokol SegWit. Artinya para pengguna harus benar-benar memperhatikan jaringan yang mereka gunakan ketika melakukan transaksi, yang akan kita lihat dengan lebih detil lagi dalam panduan ini.

Apa tujuan dari SegWit?

Bitcoin terus menggunakan mekanisme konsensus proof-of-work (PoW) yang sama untuk memverifikasi transaksi yang sudah mereka gunakan sejak peluncuran pertamanya pada tahun 2009. Mekanisme ini bergantung pada jaringan yang terbuat dari ribuan komputer, atau node, yang memverifikasi setiap transaksi dan mengelompokkan mereka ke dalam block yang kemudian dapat ditambahkan ke dalam jaringan — sebuah buku besar terdaftar yang dikirimkan ke seluruh node.

Membutuhkan 10 menit untuk membuat sebuah block baru, dan dibawah sistem awal Bitcoin, setiap block memiliki ukuran maksimum sebesar satu megabyte (1 MB), yang tidak bisa mengelompokkan terlalu banyak transaksi. Seiring waktu, dengan meningkatnya popularitas Bitcoin dan permintaan jaringan meningkat dengan sangat pesat, jelas terlihat bahwa ukuran terbatas ini tidak akan cukup.

Jumlah transaksi Bitcoin saja sudah mulai memberi dampak yang besar pada kinerja jaringan, berarti dalam beberapa kasus, membutuhkan beberapa jam untuk mengkonfirmasi bahwa sebuah transaksi itu valid. Protokol SegWit diciptakan untuk memecahkan masalah ini bukan hanya menaikkan ukuran block, tapi juga mengurangi jumlah data yang dibutuhkan oleh setiap transaksi.

Mungkin kamu tertarik dengan: Memahami Nodes dan fungsi mereka dalam blockchain

Bagaimana cara kerja SegWit?

Kapanpun transaksi Bitcoin terjadi, pengirim menyediakan beberaepa data utama public address dan private key. Public address pada dasarnya adalah pengidentifikasi digital dari dompet yang dikirim dari dan diterima oleh BTC. Private key seperti sidik jari digital, yang digunakan untuk memverifikasi bahwa pengirim benar-benar pemilik aset yang mereka gunakan.

Pengirim juga akan memasukkan jumlah Bitcoin yang ditransfer beserta biaya transaksi untuk para miner yang akan memproses permintaan itu. Sesudah transaksi diterima oleh jaringan, transaksi itu ditambahkan ke dalam antrian sampai block baru dibuat. Block ini diverifikasi oleh semua node dalam jaringan, dan tidak akan disetujui kecuali setidaknya 51% dari node setuju bahwa data itu valid.

Sekalipun data yang dibutuhkan untuk setiap transaksi secara individu bukan masalah besar, hanya ada sekian data (bergantung pada jumlah BTC yang ditransfer) yang bisa disimpan dalam 1MB block, dan karena Bitcoin semakin populer, jaringan mulai macet dengan jumlah block yang dibuat untuk memproses validasi dari semua transaksi yang terjadi.

SegWit menyelesaikan masalah ini dengan meningkatkan ukuran size sehingga setiap block bisa menampung 4 juta unit berat (WU), mulai dari hanya 1 juta WU dalam 1MB block. SegWit juga membuat transaksi itu sendiri lebih kecil dengan memisahkan tanda tangan digital dari setiap data transaksi itu sendiri.

Apa keuntungan dari SegWit?

Seperti yang mungkin sudah kamu ketahui sekarang, implementasi dari protokol SegWit sangat mengurangi waktu yang diperlukan untuk memvalidasi transaksi dengan mengijinkan jauh lebih banyak dari transaksi untuk diproses pada saat yang sama, maka membuat jaringan menjadi lebih cepat. Block awal hanya bisa menampung 1.650 transaksi, tapi satu block SegWit bisa menambung 2.700, tergantung pada WU mereka.

Perubahan ini juga membuat blockchain Bitcoin lebih aman dengan mencegah pelunakan transaksi, yaitu kemampuan untuk mengubah potongan kecil informasi di dalam setiap block. Tanpa pelunakan, orang-orang jahat tidak mampu mengisi block dengan sejumlah besar (secara relatif) ddata palsu sebagai percobaan untuk menjalankan serangan denial-of-service (DoS) pada jaringan Bitcoin.

Lebih jauh lagi, SegWit membuat jalan untuk peningkatan Bitcoin lebih jauh yang pastinya tidak mungkin terjadi pada jaringan awal, seperti Taproof, yang mengijinkan penandatanganan transaksi yang lebih efisien dan lebih aman, dan Jaringan Lightning, yang memungkinkan transaksi Bitcoin yang lebih cepat dan terjangkau.

Siapa yang menciptakan SegWit?

Protokol SegWit diciptakan oleh Dr. Pieter Wuille, seorang developer Bitocin dan salah satu pendiri Blockstream — sebuah perusahaan teknologi blockchain yang memspesialisasikan diri pada keamanan digital untuk layanan finansial. Teknologi ini pertama kali dikeluarkan dalam jaringan Bitcoin pada bulan Juli 2017 sebagai bagian dari Proposal Peningkatan Bitcoin (Bitcoin Improvement Proposal/BIP) 91, tapi tidak diaktivasi secara penuh sampai sekitar satu bulan kemudian.

Pengenalan kepada SegWit menaikkan nilai pasar Bitcoin hampir 50% dalam waktu satu minggu, sekalipun banyak penggemar Bitcoin yang tidak senang dengan implementasi ini pada awalnya, dan jumlah transaksi SegWit bertambah dengan cepat. Pada akhir tahun 2019, lebih dari separuh transaksi Bitcoin menggunakan protokol yang lebih baru, dan figur itu sekarang berada di posisi sekitar 90% pada hari ini.

Apakah Segwit terbalik kompatibel?

Seperti yang sudah kita singgung di atas dalam panduan kali ini, penting untuk mengenali protokol transaksi mana yang harus kamu pakai ketika melakukan transfer Bitcoin. Ada 3 protokol seluruhnya — alamat pusaka Bitcoin (P2pKH), alamat SegWit (P2PSH), dan alamat asli SegWit (bech32) — yang bisa kamu baca dalam panduan lebih dalam tentang alamat dompet.

Alamat SegWit terbalik kompatibel dengan alamat dompet pusaka, artinya, kamu seharusnya tidak mengalami masalah mengirim BTC dari satu jenis alamat ke jenis lainnya. Namun, tidak semua bursa atau aplikasi dompet mendukung protokol SegWit (bech32). Penting untuk memeriksa lebih dulu sebab jika kamu menggunakan jaringan yang tidak mendukung, kamu akan kehilangan aset kamu.

Referensi

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Disain awal jaringan Bitcoin tidak mampu mengikuti permintaan karena cryptocurrency semakin bertambah populer. Disain awal ini juga menahan beberapa peningkatan besar. Masuknya SegWit menyelesaikan masalah ini dengan secara drastis mengurangi waktu transaksi, meningkatkan keamanan, dan mengijinkan hal-hal seperti Taproot dan Jaringan Lightning.

SegWit pertama kali dikeluarkan pada jaringan Bitcoin di bulan Juli 2017, namun baru benar-benar diaktifkan pada akhir bulan Agustus 2017.

Ya, SegWit adalah soft fork, yaitu sebuah perubahan pada blockchain awal Bitcoin, namun bukan benar-benar jaringan yang baru.

Transaksi SegWit lebih cepat karena lebih banyak data transaksi yang bisa dikelompokkan dalam satu block, dan juga lebih aman. Alamat SegWit terbalik kompatibel denga alamat pusaka Bitcoin, tapi kamu perlu memastikan bursa atau dompet yang kamu gunakan mendukung mereka.

Beberapa dompet SegWit yang terbaik adalah Trezor dan Electrum.

Was this article helpful?
YesNo

Punya pertanyaan? Bergabunglah ke Discord kami

Bagikan artikel ini:

Tentang Penulis

AAG Marketing

Perhatian

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan informasi umum yang dibentuk untuk memberikan edukasi kepada publik, bukan sebuah nasihat investasi pribadi, perusahaan, ataupun nasihat untuk bisnis dan profesional. Sebelum bertindak, Anda harus berkonsultasi dengan penasihat keuangan, hukum, pajak, investasi ataupun bidang lainnya dan meminta nasihat dari mereka yang mungkin akan mempengaruhi Anda maupun bisnis Anda.

Explore Web3 & Metaverses intuitively with Saakuru®

Dapatkan berita lebih awal

Jadilah yang pertama mendapatkan buletin kami yang penuh dengan pembaruan perusahaan, produk serta berita pasar.

🍪
We use cookies to make your experience better. Learn more: Privacy Policy
Accept

Explore Web3 & Metaverses intuitively with MetaOne®

Download now
Download Saakuru